RUMAPEA

by Titik Koma

Horor

1.5K dibaca     Bersambung

DETAIL

Rumapea gadis berusia 22 tahun berasal dari sebuah Desa Pearung Kecamatan Paranginan, di tepian Danau Toba Sumatera Utara, tengah disibukkan tugas akhir sebagai mahasiswi jurusan film di salah satu kampus di Jakarta.

Ia bercita-cita untuk menjadi seorang sineas muda yang mampu melahirkan berbagai film box office di Indonesia.

Untuk menyelesaikan tugas akhirnya, ia mengajukan berbagai tema namun semua ajuan yang ia tawarkan belum diterima.

Kemudian ia berpikir untuk membuat film bertema kearifan lokal dari kampung halamannya.

Rumapea melakukan perjalanan ke Huta Sialagan, Samosir. Belum sempat merebahkan tubuh, terdengar gaduh masyarakat yang membuat Rumapea mencari tahu hal tersebut.

Ternyata seorang remaja berusia 17 tahun dinyatakan hilang tanpa diketahui sebabnya. Ini sudah terjadi beberapa kali dalam dua bulan terakhir dan tidak pernah ada yang kembali.

Pencarian telah dilakukan dari pagi hingga malam, namun hilang belum jua ditemukan. Bagi Rumapea, hal tersebut sangat mengganggu apalagi ia hendak mengawali pembuatan filmnya. 

Di suatu malam, Rumapea terbangun setelah mendengar suara samar dari balik pintu. Ketika ia keluar untuk melihat, puluhan Begu Ganjang datang dan menyampaikan bahwa masyarakat yang hilang dari huta tersebut sebenarnya berada dalam genggaman mereka.

Begu Ganjang tidak lagi mentolerir masyarakat Huta Sialagan yang suka melakukan berbagai kejahatan.

Jika hal ini kembali terjadi, semua masyarakat yang berada di dunia mereka akan pulang dengan kondisi tubuh penuh busuk.

Di Desa Napa, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Rumapea yang duduk manis merekam kegiatan anak-anak, tiba-tiba kerasukan. Wajah manisnya menjadi sangar dan mengeluarkan desas-desis penuh amarah.

Orang pintar terkuat di daerah tersebut mencoba berkomunikasi dengan sosok di dalam tubuh Rumapea, namun lelaki tua kurus itu malah terlempar hingga dua meter.

Namanya Nike. Ia berusia 18 tahun dan telah menjadi roh gentayangan selama lebih dari satu abad. Ia telah berkelana untuk menegakkan keadilan atas kematiannya.

Orang-orang menyebut ia mati karena berenang pada air terjun keramat yang ada di desa mereka sampai cerita itu berkembang luas hingga tahun berganti nama.

Nike diperkosa, dibunuh, lalu mayatnya dibuang ke dalam air terjun yang panjangnya lebih dari 100 meter. Nike menuntut balas dengan membunuh keturunan pembunuhnya.

Sedangkan seluruh masyarakat di desa itu ia kutuk dengan memberikan berbagai jenis penyakit.

 Rumapea melakukan perlawanan untuk mengeluarkan Nike dari tubuhnya sebelum ada korban jatuh lebih banyak.

Perjuangan panjang menenangkan Nike akhirnya berbuah manis setelah kerangkanya berhasil ditemukan dan dikebumikan secara layak.

Rumapea kembali melakukan perjalanan menuju Tapanuli Tengah untuk riset situs-situs bersejarah di sana.

Dalam perjalanannya, ia bertemu lelaki berwajah sendu berusia 25 tahun, Barata. Ia dengan setia menjadi guide Rumapea selama perjalanan di Tapanuli Tengah.

Benih-benih cinta itu muncul. Ketika Rumapea hendak membalas cinta lelaki itu, ternyata ia adalah salah satu dari mereka.

Hingga film berhasil dirampungkan, mereka akan terus mengejar Rumapea. Rumapea bukan gadis biasa. Ia istimewa sebagai keturunan terakhir datuk paling sakti di Sumatra Utara.

  • Dwi Habsyah

  • Enggar Tyas Untari

  • Eva Riyanty Lubis

  • Mhd Ifroh Hasyim,

  • Nurhasanah, dan

  • Sukma

RUMAPEA | Tim Titik Koma