Penulis Pemalu Itu Adalah…

Penulis Pemalu Itu Adalah…

Beberapa waktu yang lalu seorang rekan mengirimi saya sebuah pesan singkat. Kurang lebih seperti ini bunyinya.

“Bang, saya sudah menulis satu artikel di blog pribadi. Tapi, malu membagikan tautan tulisan tersebut ke media sosial,” katanya.

“Kenapa mesti malu?”

“Gak tau, Bang. Malu aja. Hehehe.” Jawabnya.

“Tulisanmu mengandung plagiat, ya?” Tanya saya ketus.

“Wah, jelas tidak, Bang.”

“Jadi, kenapa harus malu?”

Demikian kurang lebih isi pesan singkat antara saya dan rekan tersebut.

Muncul rasa malu atas tulisan yang sudah diunggah di blog pribadinya.

Saya juga heran apa yang sebenarnya membuat ia menjadi malu jika tulisannya dibagikan ke media sosial atau sekadar unggahan pada status WhatsApp.

Namun kalau mau dirunut kembali, perasaan malu adalah satu dari kendala mental yang sering dialami para penulis.

Oleh sebab itu, tidak ada cara lain yang cukup efektif untuk menghilangkan rasa malu ini selain dengan cara melawannya.

Ya. Melawan rasa malu, bagi saya, terbukti efektif. Beberapa tahun silam, perasaan malu juga pernah hinggap di hati dan pikiran saya.

Malu kalau-kalau tulisan saya diejek karena jelek, karena tidak nyambung, karena tidak efektif kalimat yang digunakan, karena tidak cukup data yang akurat, karena ini dan itu.

Tapi, sampai kapan saya akan tau kalau tulisan saya itu berkualitas atau tidak jika tidak dibaca oleh orang lain?

Perasaan malu kalau-kalau tulisan diejek adalah sesuatu yang manusiawi tapi tidak untuk dipendam lama-lama.

Usai tulisan kita diejek, dikritik dan diberi masukan maka itu awal bagi kita menghasilkan tulisan yang lebih baik.

Sehingga memendalam terlalu lama perasaan malu bagi seorang penulis adalah sesuatu yang tak patut dilakukan.

Lain ceritanya kalau tulisan yang Anda hasilkan mengandung unsur pornografi dan pornoaksi, bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, mengandung ujaran kebencian, hoax dan plagiat.

Maka yang demikian Anda memang benar-benar wajib malu. Pun harus Anda hindari.

Seandainya tidak, apa alasan lain yang membuat Anda harus jadi penulis pemalu?

 

“Pelajari 22 Cara Menulis Buku Seller” KLIK DISINI-GRATIS