Menulis itu Menghibur

Menulis itu Menghibur

Kalau bicara genre tulisan maka tentu karya fiksi adalah karya yang memang bertujuan untuk menghibur si pembaca.

Itu sebabnya ranah fiksi menyasar belahan otak kanan si pembaca. Kreativitas dan imajinasi menjadi hal yang penting.

Di saat karya fiksi membuat pembaca menjadi berkerut, sejatinya karya fiksi sudah menyentuh belahan otak kiri si pembaca.

Oleh sebab itu, karya fiksi tak lagi nyaman untuk dibaca.

Beda kasusnya ketika pagi tadi saya mendapati anak saya membaca tulisan yang tertulis pada stik es krim.

Stik yang dipakai memang bukan bekas es krim. Melainkan stik yang khusus dijual untuk dijadikan alat permainan anak-anak.

Agar menarik maka stik tersebut diberikan stiker aneka rupa. Termasuk berisi kata-kata lelucon.

“Sehebat-hebatnya laki-laki pasti akan menangis juga. Jika matanya dicolok dengan sebatang kayu.”

Mendengarkan anak saya membaca tulisan itu, saya jadi tertawa terpingkal-pingkal.

Itulah isi dari tulisan yang ada pada stik mainan tersebut.

Menarik memang. Saya jadi teringat kata-kata Sigmund Freud, bapak Psikoanalisa dunia, yang mengatakan bahwa “Kata-kata itu dari dulu memang ajaib. Bahkan sampai sekarang pun masih menyimpan keajaiban.”

Begitulah!

Menghibur memang menjadi media yang menghubungkan penulis dan pembaca.

Dalam teknik copy writing juga demikian.

Tulisan yang ditulis memang tak sekadar berisi fitur atas sebuah produk. Melainkan menyangkut benefit yang harus disampaikan secara baik kepada kostumer.

Wajar kalau kemudian jika penulis copy writing dapat menghasilkan duit hanya dengan mengunggah tulisan media sosial.

Anda pun juga bisa. Asalkan melatih diri untuk menulis agar dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui copy writing.

 

Yuk, pelajari cara asyik menulis copy writing yang dapat menghasilkan rupiah. GABUNG DISINI-GRATIS.